Rabu, 04 September 2013

Kebodohan





      aku selalu berfikir dalam lamunanku "apakah harus berakhir seperti ini? apakah aku harus begini?" ingin sekali aku memutar waktu pada saat saat aku tidak mengenalnya hingga semua ini tidak harus terjadi.
aku tahu kau hanya membutuhkanku disaat saat tertentu saja, kau tidak menginginkanku, walaupun aku selalu berharap bahwa kaulah orang yang tepat untuku, tapi aku akui hatiku sudah dibutakan olehmu. semuanya telah aku lakukan untukmu, semua yang kau butuhkan telah ku penuhi, walaupun aku tahu kau hanya datang untuk memanfaatkanku saja.

hari demi hari aku lewati dengan hati yang bertanya tanya "kenapa aku begitu bodoh" ya kenapa aku begitu bodoh terus menurutinya walaupun aku tahu bahwa dia hanya datang untuk memanfaatkanku saja. teman teman ku pun selalu berkata "apa baiknya dia?dia hanya  memanfaatkanmu" aku selalu menerima saran dari teman temanku untuk melupakannya, sering sekali aku berdiam diri dikamar hanya untuk berusaha menghilangkan berlembar lembar memori tentang dia di otaku, walaupun aku akui itu sangat sulit aku harus melupakannya dan mencari orang yang tentu lebih baik darinya, ya jauh jauh lebih baik dari dia, yang datang karena memang menginginkanku. bukan hanya unutuk memanfaatkanku.


- Gita Kennya Saharani


Lorong Waktu


      Hey , apa kalian pernah terlibat dengan suatu perang hebat antara ego dan kenyataan? Haha ya ego kita untuk terus berusaha mengejarnya dan kenyataan bahwa dia lebih memilih orang lain.

      Kadang aku tertawa melihat prilaku diriku sendiri, haha! Memang lucu dengan berpura pura tersenyum dan tertawa disaat hati ini hancur melihat dia berdekatan dan bercanda gurau dengan wanita lain, ingin aku menangis sebisaku! ingin aku marah! Ingin aku membenci laki laki itu dan wanita itu! Tapi bagaimanapun rasa sayang itu selalu menghalangi semua niatku





      
     Aku akui aku mulai merasa munafik pada diriku sendiri, dengan lantang berkata “aku tidak membutuhkan dia!”  tetapi tidak bisa dibohongi bahwa hatiku berkata  “aku membutuhkan dia”  dalam diam aku selalu berfikir “apa yang aku harapkan dari lelaki seperti dia?” walaupun aku akui banyak sekali lelaki yang jauh lebih baik diatas dia yang bisa aku pilih

       Ingin sekali aku berteriak didepan wajah lelaki itu “KAMU FIKIR KAMU SIAPA?!”  dengan tidaktahu dirinya membuat aku terpenjara dalam hatiku sendiri, dengan tidak tahu dirinya membuat aku selalu terbayang bayang akan dirinya yang dulu sering memberikan kata sayang padaku. Haha! Ya kata “SAYANG” mengapa kamu mengumbar kata itu padaku kalau akhirnya inilah yang kau perbuat? Membuat aku jatuh di sebuat lorong waktu hingga kesusahan bagaimana cara untuk keluar dan pergi meninggalkan kenangan kenangan itu dan melupakannya untuk melanjutkan hidupku.


- Gita Kennya Saharani


Selasa, 03 September 2013

Bandung, 3 september 2013

Bandung,3 September 2013. aku merenung seorang diri..
merenungkan seseorang yang sebenarnya tidak pantas untuk direnungkan...
merenungkan seseorang yang sebenarnya sudah mengahancurkan hati ku....
merenungkan seseorang yang sebenarnya membuat aku menolak orang yang lebih baik...
merenungkan seseorang yang dengan tidak tahu dirinya menghancurkan pertemananku...

Apakah ini akhirnya? apakah aku harus mengalah kepada rasa ego yang sebenarnya bukan hanya sekedar rasa egoku? 
apa aku harus menerima? apakah aku harus membangun sebuah benteng untuk menghalang aliran rasa cemburu dan sakit hati karena melihat lelaki yang aku sayangi bersama temanku sendiri?
apakah aku harus melupakan kenangan kenangan manis yang telah aku dan lelaki itu lalui??
haha ya benar, kenangan yang sangat bahkan terlalu manis untuk dilupakan...
memang manis, tapi terlalu pahit untuk tidak dilupakan!...

haha! ya lelaki itu, dialah orang yang mengisi hariku untuk beberapa saat, orang yang dengan tidak tahu dirinya menghancurkan pertemananku, orang yang dengan tidak tahu dirinya meninggalkan goresan dihatiku yang tanpa menunggu goretan itu sembuh, dia sudah bersama wanita lain...
sungguh aku rela dia bersama siapapun, aku rela! tapi aku mohon jangan temanku sendiri :'( 

Apa kau ingat? saat saat kita bersama? saaat saat kita merasa bahwa hanya ada kita?:ya haha! genggaman tangan yang menghangatkan, pelukan yang menenangkan jiwa, dan tatapan yang meneduhkan hati :') apakah dengan mudahnya kau melupakan itu semua? dan dengan mudahnya kau berpaling pada temanku sendiri?! 

Tapi ya inilah....
inilah akhirnya, kita tidak akan mengetahui bagaimana akhirnya jika kita sendiri belum mencapai titik akhir cerita kita.
disini kita hanya dituntut untuk memilih...
"bertahan" atau "menyerah"


-Gita Kennya Saharani.